6/28/2016

Yes.

Assalamualaykum wr. wb Tidak ada kalimat yang lebih indah selain salam untuk membuka tulisan ini... “Segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan dengan pena, memberi kita berbagai kenikmatan, menjauhkan dari bencana, menyelamatkan dari kebodohan, dan menjadikan kita sebagai umat terbaik, umat Muhammad”.
 “Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (Al Kahfi:13)
 Ajakan itu datang, “Kemarilah, kemarilah! Kita mengukir cinta, sebuah janji setia dengan derasnya air mata yang akan membersihkan segala penyakit dan dosa. Kemarilah! Kita perbaharui janji setia itu didalam hati kita. Kami mendatangimu dengan penuh sukarela dan kami akan membalasimu dengan cinta”
Ajakan itu datang dan menarikku kedalam sebuah lingkaran, lingkaran yang tak akan pernah putus, tanpa akhir dan tanpa titik, bagaimana awal ajakan itu datang aku sudah lupa, pasti diingatanku “
Ajakan itu tidak akan salah mengenai sasaran”. Lingkaran yang memadukan hati ini untuk berhimpun dalam naungan cinta-Nya, bertemu dalam ketaan, bersatu dalam perjuangan dan menegakan syariat dalam kehidupan.
 Ajakan itu kemudian datang beserta perangkatnya untuk mewujudkan perbaikan diri dan generasi muda dalam mewujudkan sebanyak mungkin kebaikan untuk ummat. Ajakan itu datang dengan keprihatinan terhadap segolong generasi muda yang tidak pernah berpikir untuk perbaikan diri dan komitmen terhadap ajaran islam. “Mereka adalah cadangan-cadangan iman dan “kekayaan” melimpah. Namun, mereka membutuhkan orang yang datang untuk menyeru dan mengingatkannya, menyingkap tabir kegelapan darinya, dan menggosok karat yang melekat padanya sehingga, dia akan kembali bersih, suci dan kuat dengan ijin Allah.
” Harapan agar arah ini terus searah dengan ajakan itu ada. Arah ini sempat ingin lepas dari jalur ajakan itu, Tak jarang suara dengan pendapat yang lurus menjadi sekedar ejekan, tersingkirkan dan dengan tegasnya pemikiran sekuler menjadi suatu kewajaran yang sangat terlihat indah.
 “Niat yang lurus dan tuluslah modal dasar untuk terus berjuang dijalan ini”.
 “Jagalah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Masa mudamu sebelum masa tuamu; masa sehatmu sebelum masa sakitmu; masa kayamu sebelum masa miskinmu; masa hidupmu sebelum kematianmu; masa luangmu sebelum masa sempitmu.” (HR Hakim dengan sanad shahih)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar