8/20/2014

Ubah buah lemon menjadi minuman manis !

Gini, buah lemon itu mungkin tidak manis, tapi jangan salah, kamu bisa buat minuman yang manis dengan lemon itu. Itu bisa kita umpamain sama masalah, anggap aja buah lemon itu masalah kita harus sebisa mungkin berusaha buat ngejadiin masalah itu keuntungan.

Ketika Rasulullah s.a.w. diusir dari Makkah, beliau memutuskan untuk menetap di Madinah dan kemudian berhasil membangunnya menjadi sebuah negara yang sangat akrab di telinga dan mata sejarah.
Ahmad ibn Hanbal pernah dipenjara dan dihukum dera, tetapi karenanya pula ia kemudian menjadi imam salah satu madzhab. Ibnu Taimiyyah pernah di penjara, tetapi justru di penjara itulah ia banyak
melahirkan karya. As-Sarakhsi pernah dikurung di dasar sumur selama bertahun-tahun, tetapi di tempat itulah ia berhasil mengarang buku sebanyak dua puluh jilid. Ketika Ibnul-Atsir dipecat dari jabatannya, ia
berhasil menyelesaikan karya besarnya yang berjudul Jami'ul Ushul dan an-Nihayah, salah satu buku paling terkenal dalam hadits. Demikian halnya dengan Ibnul-Jawzy, ia pernah diasingkan dari Baghdad, dan karena itu ia menguasai qiraah sab'ah. Malik ibn ar-Raib adalah penderita suatu penyakit yang mematikan, namun ia mampu melahirkan syair-syair yang sangat indah dan tak kalah dengan karya-karya para penyair besar zaman Abbasiyah. Lalu, ketika semua anak Abi Dzuaib al-Hudzali mati meninggalkannya seorang diri, ia justru mampu menciptakan nyanyiannyanyian puitis yang mampu membekam mulut zaman, membuat setiap
pendengarnya tersihir, memaksa sejarah untuk selalu bertepuk tangan saat mendengarnya kembali.

Jadi, kita mesti bisa mengambil keuntungan dari suatu masalah. saya kasih contoh dengan buah lemon yang sangat kecut, kamu bisa tambahin gula beberapa sendok agar menjadi nikmat.

Coba deh buka !......(QS. Al-Baqarah: 216)




{Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.}
 
ntuh jadi jangan anggap kalo kamu dapat masalah itu tidak ada kebaikan sama sekali didalamnya, kamu harus belajar kalo masalah itu bisa kamu jadikan keuntungan. Ingat Allah Tau, sangat mengetahui.

Ada udang dibalik batu, ada rahasia dijutaan manusia dan selalu ada yang terbaik dibalik itu semua

Ntar,
Tapi jangan sampai juga kita bertindak seolah-olah tidak ada Allah loh.

{Atau, siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila
ia berdoa kepada-Nya.}
(QS. An-Naml: 62)

Jadi, saat ada masalah, kesulitan, kegelisahan. Jangan menyandarkan kebahu makhluk yang juga lemah, ingat masih ada lantai untuk bersujud. Buat apa bersandar kepada makhluk yang juga lemah, yang hanya bisa memberi harapan, pada dasarnya semua makhluk itu lemah tanpa Allah yang menguatkan dan Allah tidak sekedar memberi harapan. jadi jangan mau bersandar dan juga jangan mau disandarkan, karena ujung-ujungnya bakalan jatoh. Aneh juga kalo misalnya bersandar sama yang lemah, tidak ada upaya tanpa seizin Allah


Sedikit dari buku terjemahan La-Tahzan dan lupa nama penerjemahnya
;) saling berbenah saya bisa aja salah, maafkan.......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar